Menjadi manusia

Apa kau tau sebenarnya apa tujuan dari kehidupan? atau bahkan pernahkah terbesit dalam pikiranmu sebenarnya untuk apa kau hidup di dunia ini? apa tujuanmu hidup di dunia ini? apakah kau adalah pusat dari dunia ini? 

Tapi nyatanya kehidupan tak seindah novel, film, atau pun cerita-cerita yang kau baca, tonton, atau dengarkan. Nyatanya kehidupan akan terus berjalan bahkan saat kau berada dalam posisi terendah dalam hidupmu. Kejam bukan? tak adil? tapi hal tersebut sebenarnya hanya sebagian kecil dari apa yang menjadi kenyataannya di dunia ini.

Dan aku bisa jamin bagi kalian yang baca ini mungkin akan berpikir "apasih sok tau bener". Emang bener juga sebenarnya aku sok tau, bahkan aku masih hampir 20 tahun hidup di dunia. Belum ada apa-apanya dengan mereka yang sudah ahli bahkan bisa dibilang makanan sehari-harinya tentang ngomongin hal ginian. Tapi menurut pengetahuanku sih negara kita ini merupakan negara yang warga nya "bebas berpendapat" jadi kurasa tak ada salahnya aku yang merupakan salah satu warga Indonesia mengeluarkan pendapatku.




Mungkin kali ini aku tak akan mengarang-ngarang cerita seakan aku adalah penulis handal, tapi mungkin kali ini aku akan sedikit berbagi pandanganku terhadap dunia ini yang di lihat dari "kacamata" ku.

Hal pertama yang mungkin ingin aku bahas dan aku bahkan sangat penasaran tentang "apa itu manusia?".

Untuk mengetahuinya di zaman sekarang sih mudah, tinggal buka google dan cari apa arti "manusia", tapi pernah ga sih dirimu berpikir "apa benar hanya itu artinya?" maksudku gini setiap orang punya sudut pandang dan pendapatnya masing-masing lantas apakah bisa atau boleh mengambil satu pendapat dan menjadikannya pedoman atau arahan dalam kehidupan? atau apa karena suatu hal pendapat yang membentuk mayoritas maka pendapat minoritas boleh diabaikan? tapi nyatanya setauku dan yang ku yakini sih, jangan hanya karena suatu hal membentuk suara yang lebih banyak tak menjamin itu merupakan hal yang benar, bisa saja justru suatu hal yang tidak terlalu diketahui atau dipilih merupakan hal yang benar. Maksud dari pendapatku ini sih singkatnya "apa yang di lihat belum tentu yang sebenarnya". Sebagai contoh ada seseorang yang bisa di bilang taat dalam agamanya, baik dengan orang lain, dan bisa di bilang orang tersebut adalah sifat "manusia" sesungguhnya. 

Tapi apa ada yang bisa menjamin bahwa hal tersebut adalah sifat aslinya orang tersebut? bisa saja ada hal yang disembunyikannya atau bahkan mungkin hal-hal tersebut yang tadi itu hanya penistaan semata? seperti yang tadi ku bilang, semuanya belum tentu apa yang sebenarnya. Awalnya sih aku tidak perduli dan tidak terlalu memikirkan sih sampai beberapa minggu atau hari ini beredar berita-berita yang mungkin bisa buat sebagian orang kesal saat mendengarnya. Mungkin aku akan langsung to the point aja sih contoh beritanya seperti apa. Bagi yang suka ngikutin berita-berita terkini pasti tau apa yang ku maksud. Seperti pelecehan seksual yang terjadi di pesantren. Aku tidak tau bagaimana cerita detailnya dan tidak tau juga apa itu berita hoax atau bukan, terlepas dari itu semua nyatanya emang hal-hal tersebut terkadang benar-benar terjadi bahkan bisa saja di kehidupan mu sehari-hari. Aku tau tidak ada di dunia ini orang yang benar-benar suci, tapi ayolah setidaknya ingat "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung", bisa di bilang liat juga dong tempat dan situasinya. Kalau pun emang orang tersebut benar orang yang seperti itu setidaknya liat daerahnya juga sih. Untuk hal tersebut kurasa aku ga terlalu mau nge bahas nya lebih lanjut, karena jujur bahkan aku sangat malas mendengar dan membahasnya.


Ketiadaan takdir


pernah tidak kau berpikir bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan suatu akar yang akhirnya menghubungkan pada suatu kejadian yang akan terjadi?. Maksudku apa kau benar-benar percaya akan takdir? atau kau percaya dengan yang namanya "kebetulan"?. Bagiku sih sendiri sih aku tidak percaya dengan yang namanya "kebetulan". 

Bagiku segala sesuatu yang terjadi merupakan hal yang benar-benar terjadi sesuai dengan alur cerita yang di tetapkan. Seperti situasi yang terjadi saat ini, dimana terjadinya pandemi covid-19. Mungkin untuk covid-19 ini sendiri aku ga akan menjelaskan karena aku yakin sih semua sudah pada tau, bahkan jika pun nanti ada orang yang membaca blog aku ini pada saat pandemi telah usai, orang tersebut aku yakin tetap akan tau, apa itu covid-19. Kalau pun ada yang benar-benar tidak tau, orang tersebut tinggal search di google. Nah seperti yang kita ketahui pandemi ini sangat berdampak pada banyak kegiatan manusia, aku ga akan bisa menjelaskan rinciannya satu per satu, tapi ini benar-benar sangat berdampak. 

Terkadang aku sempat berpikir, bagaimana jika seandainya pandemi covid-19 tidak pernah terjadi dan manusia tetap menjalani aktivitas dan kegiatannya seperti biasa? Kalaupun hal tersebut benar-benar terjadi lantas apa yang akan terjadi dengan bumi kita ini? menurutku kerusakan akan semakin menjadi-jadi dan bisa saja bumi kita tak sanggup menahannya lagi. Tapi nyatanya hal tersebut tidak benar-benar terjadi karena seperti yang sudah ku beritahu, semua yang terjadi adalah yang benar-benar terjadi, tapi sebagai manusia tidak ada salahnya kita berandai-andai. Dan kita juga tak dapat pungkiri bahwa adanya pandemi ini membawa beberapa dampak "positif" dalam kehidupan kita. Disini aku akan cerita secara pribadi tentang pengalamanku pada saat covid-19 datang ke negara kita. Pada saat itu aku duduk di bangku SMA kelas 12, dimana beberapa hari yang akan datang kami akan melaksanakan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), jujur saja pada saat itu aku sama sekali tidak siap dan takdir benar-benar memihakku saat itu, masuknya covid-19 membuat sekolah langsung diliburkan saat itu dan alhasil UNBK pun di batalkan dan yah aku langsung tanpa bersyarat. Aku tau hal tersebut merupakan suatu keegoisan karena bersyukur dan senang atas bencana yang sedang terjadi. Tapi hal tersebut emang benar adanya dan aku bisa jamin bahwa aku bukanlah satu-satunya orang yang sedikit terbantu akan adanya pandemi ini. Walaupun sebenarnya lebih banyak dampak negatif daripada positif nya, tapi setidaknya kita juga harus mengambil hikmah atas segala sesuatu yang terjadi mau itu kejadian baik atau pun buruk.


Sebuah keinginan


Sampai sekarang aku bingung, sebenarnya apa arti "keadilan yang sesungguhnya?". Apakah artinya kita harus memberi setiap orang dengan porsi yang sama atau kita memberi tiap orang sesuai dengan apa yang mereka butuhkan? kalau benar begitu sih sepertinya akan ada timbul pertanyaan, "emang apa yang benar-benar dibutuhkan tiap orang?". Sangat sulit rasanya membedakan mana yang dibutuhkan dan diinginkan. Bahkan jika kita tanya ke diri kita masing-masing, apakah kita sudah benar-benar tau apa yang sebenarnya kita butuhkan atau bisa saja hal yang kita pikir dibutuhkan ternyata hanyalah merupakan keinginan kita sendiri?. Lalu apakah keadilan itu benar-benar ada atau hanyalah kata penenang yang digunakan pihak tertentu guna menenangkan pendapat umum? ah sayangnya aku tidak terlalu ingin membicarakan hal ini, apalagi di "era" sekarang yang sistem nya tau sendirilah bagaimana. Dan untuk bagian ini sih, aku tidak akan ngebacot panjang lebar karena juga sebenarnya ini sih bukan keahlianku dan yah sepertinya ada baiknya kalau beberapa hal tak diungkap. 

Tapi kesimpulan yang dapat ku tarik sendiri sih, sepertinya keadilan itu belum benar-benar tampak akan eksistensinya, yah aku juga ga tau sih kenapa, tapi kuharap di masa mendatang nanti semuanya tampak lebih jelas.


Suatu zona pemberi harapan


Aku yakin pasti banyak sudah tau apa arti "zona nyaman" itu sendiri, jadi kurasa tidak perlu menjelaskannya lagi. Tapi yang ingin aku tanya, apa kalian sadar dengan zona nyaman kalian?. Atau jangan-jangan saat ini kalian sedang terjebak di zona nyaman yang dimana kalian tak bisa keluar dari zona tersebut. Lantas apa hal tersebut masih bisa disebut zona nyaman? lalu apakah hal yang seharusnya dilakukan? apakah keluar dari zona nyaman? atau tetap seperti ini?. 

Kurasa untuk jawabannya sih lebih relatif, tergantung bagaimana orang tersebut sih. Tapi mungkin disini aku ingin memberi sedikit saran bagi kalian yang ingin keluar dari zona nyamannya tapi terlalu takut atau tak bisa untuk memulai. Tapi sebelumnya perlu di bahwa aku bukan orang yang profesional dalam hal ini tapi aku berani mengeluarkan pendapat dan memberi saran karena saran yang nanti akan ku berikan sudah atau sedang ku terapkan dalam kehidupanku. Pertama, hal yang harus di liat adalah niat. Hal ini kurasa harus di garis bawahi dan aku dapat menjaminnya bahwa segala sesuatu itu harus di awali dengan niat. Ketika kau memulai sesuatu tidak berdasarkan niat, percayalah hal tersebut bisa tidak berjalan seperti yang kau inginkan. Tapi apakah ketika kita benar-benar niat akan suatu hal maka pasti mendapatkan hasil sesuai dengan keinginan kita? nyatanya sih hal tersebut tak benar-benar terkabul. Terkadang hasil suka mengkhianati usaha kita. Maka dari itu, saran ku untuk tidak berpatok pada hasil saja tapi liat juga prosesnya. Ketika kau tak mendapat hasil yang kau inginkan tapi niat dan usaha mu sudah berjalan beriringan, percayalah kau tetap akan mendapatkan kepuasan tersendiri. Aku bisa jamin hal tersebut. Lalu setelah kita memantapkan niat kita, hal apa lagi yang harus di lakukan?. Buatlah rencana atau kegiatan yang sekiranya akan kita lakukan dalam jangka setahun atau kalau bisa sampai tua nanti. Rencana-rencana tersebut dapat mulai kita buat dari lingkungan sekitar. Seperti contoh, kau berada dalam suatu hubungan dengan seseorang, kau sangat mencintainya bahkan kau rela memberikan apa pun untuk nya, tapi apa pernah terpikirkan oleh mu sebenarnya untuk apa kau harus pacaran? maksudku ga ada salahnya untuk merasa mencintai dan dicintai, tapi apa kau yakin akan terus seperti itu?. Walaupun mungkin hubungan kalian sedang baik-baik saja, tapi coba pikir apa kau akan terus begitu? maksudku ada hal yang aku yakin lebih penting yang harus kau kejar ketimbang hanya menjalani percintaan duniawi. Aku ga ada bermaksud untuk menghasut yang sedang pacaran untuk putus, tapi aku hanya ingin mengingatkan bahwa bumi sudah semakin tua, waktu berjalan makin cepat, kalau kau tak kunjung bergerak maka kau akan ketinggalan. Tapi perlu ku tegaskan juga bahwa pacaran bukan hanya sekadar buang-buang waktu semata, aku tak mau menelan ludah sendiri, makanya itu aku tak akan berpendapat demikian. 

Apalagi jika kau tipe orang yang tetap bisa fokus akan dua hal, mungkin hal tersebut adalah nilai plus bagi diri mu dan ku harap juga aku dapat begitu. Lalu yang ingin aku sampaikan bahwa kalau emang baik maka jalani. Tapi tetap ingat mana yang harus di dahulukan dan mana yang lebih penting. Kau tau, tidak mudah untuk keluar dari zona nyaman, bagiku secara pribadi keluar dari zona nyaman merupakan hal paling sulit dalam hidup ku karena kita harus melawan diri kita sendiri, bertindak melawan keinginan atau kebutuhan diri sendiri. 

Hal selanjutnya yang harus kita lakukan adalah siap menerima konsekuensi nya, di bagian ini merupakan hal terberat bagiku, karena disini aku harus meninggalkan seseorang. Aku ga akan menjelaskan secara detail apa yang sebenarnya terjadi tapi kuharap kalau orang tersebut membaca ini, ku harap dia mengerti. Aku tak pernah menjelaskan dan memberikan alasan sesungguhnya kepada nya atau pun orang lain, karena aku takut keteguhan ku akan goyah. Dan kalau orang tersebut benar membaca ini, percayalah aku hanya ingin keluar dari zona nyaman ku, aku juga tidak bisa dan tak akan membicarakan ini dengannya, karena aku benar-benar serius untuk berubah menjadi yang lebih baik. Dan seperti yang ku bilang, aku percaya akan adanya takdir. Pasti mungkin sebagian dari kalian akan bingung, apa maksud dari menerima konsekuensi nya, maksudku disini mungkin kita harus meninggalkan atau ditinggalkan oleh teman, saudara, pacar, atau siapapun yang saat itu berada dalam zona nyaman kita. Emang tak ada salahnya jika kita tak meninggalkan atau ditinggalkan tapi bagiku secara pribadi daripada harus mengambil resiko ke depan nanri, lebih baik ambil resiko sekarang. Dan hal terakhir yang ingin aku beritahu adalah tetapkan tujuanmu. Seperti ingin kerja apa ke depannya nanti? ingin jadi apa? ingin kuliah dimana? ingin sekolah dimana? ingin seperti apa?. Walaupun bisa saja hal tersebut tak berjalan sesuai harapan kita, tapi hal tersebut bisa jadi pemandu kita agar tak salah melangkah ke depan nya nanti.

Berbicara soal zona nyaman adalah hal paling asik dan ku suka dari setiap pembicaraan yang pernah ku lakukan. Karena hal tersebut lah yang menciptakan ku yang seperti ini, dan aku juga bersyukur bisa keluar dari zona nyaman ku, bahkan bisa dibilang aku keluar terlalu "jauh" dari zona nyaman. Tapi selagi hal tersebut tak merugikan diri sendiri ataupun orang lain, rasaku tak masalah dan tetap waspada akan semua kemungkinan yang akan terjadi.


Andai saja


Terkadang kita pasti sesekali pernah kagum dengan seseorang, yang mungkin rasa kagum tersebut bisa muncul dari mana saja sih. Bahkan, mungkin bisa saja kita sampai ingin merasa "andaikan aku jadi dia". Tak dapat kita pungkiri sih tapi yah itu bisa saja jadi rasa iri kita terhadap orang lain. Padahal apa benar orang yang kita kagumi tersebut benar-benar senang dengan hal yang dikagumi orang lain dari dirinya itu? Jawabannya sih tak ada yang dapat memastikannya. Hal tersebut tergantung kepada pribadi orangnya juga. Apakah orang tersebut lebih bisa mensyukuri atau bahkan tidak sadar akan hal tersebut. Kalau kita lihat dari sudut pandang "si orang" ini sih mungkin dia bisa saja merasa biasa saja dan mungkin ga ada yang spesial terkait sikap atau perilakunya atau bahkan mungkin dia menyadari dan bersyukur atas hal itu. 

Intinya disini sih sebagai manusia kita harus bersyukur mau bagaimana pun apa yang di beri itu merupakan suatu berkat dan sudah sepantasnya kita syukuri. Tak akan ada akhirnya jika kita hanya membandingkan suatu hal dengan hal yang lainnya.


Fana


Setelah memahami yang sekiranya sudah ku jelaskan, yah walaupun isinya tak terlalu jelas atau berbobot. Aku juga tetap mengingatkan bahwa mau bagaimanapun pada akhirnya kita tetap akan kembali kepada-Nya. Terlepas dari semua bacotan ku tersebut, hal yang paling penting disini sih kita juga harus tetap merendah. Aku juga bukan orang yang ahli dalam hal kepercayaan begini, tapi hanya saja menurutku dengan adanya kepercayaan maka dapat membimbing kita ke arah yang baik. Suka atau tidak hal tersebut emang mutlak adanya. Semua yang dikatakan-Nya sudah pasti memiliki makna dan arahan untuk menjadi lebih baik.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Series

Monolog

002