Kedua kali

 "Ayolah, ini sudah ke tiga kali aku terus mengerjakan tugas mu, kalau seperti ini terus tak akan ada materi yang kau pahami buat ujian nanti" ucap ku lantang.

"Kau kan juga tahu, aku orang nya bodoh, jadi sulit untuk belajar, aku juga sulit untuk memahami pelajaran" jawab Rendi

"Jangan kau jadikan kebodohan sebagai alasan dari tak mau belajarnya diri mu, bahkan seekor domba pun akan ingat dengan kandangnya hanya dengan di gembala dengan baik" jawabku tegas

"Iya iya, cerewet banget sih yan, sudah kayak pak Syahrul aja, hobinya ceramah terus" jawab Tomy santai

"Bukannya aku terlalu mengatur pola tingkah laku mu, tapi ujian sbmptn akan dilaksanakan 2 bulan lagi dan kerjaanmu tiap hari hanya nongkrong dan bermain-main terus" ucap ku

"Yah maap dong, oh iya jadi gimana yan? Apa kau jadi ikut les sama buk Rani?" tanya Tomy

"Ah soal itu sih tom, kayaknya harus ku pikirkan lagi, soalnya om ku yang di Bandung tiba-tiba jatuh sakit, terus mama rencananya berangkat Minggu depan, jadi nanti aku akan tinggal sendiri di rumah untuk beberapa hari atau mungkin Minggu" jawab ku sambil menghela nafas

"Yah yang sabar yah yan, pasti ada jalan lain kok untuk mu nanti" ucap Tomy sambil menepuk pundak ku

"Iya tom, kau kan juga tahu, om itu satu-satunya saudara yang mama miliki, setelah setahun lalu meninggalnya kakak ku, mama jadi lebih berlebihan kalau ada yang sakit" ucap ku

"Iya yan, yang sabar aja" ucap Tomy menenangkan ku


Bel sekolah pun berbunyi


"Tom, kalau begitu aku pergi duluan yah ke kelas, kebetulan nanti mau presentasi kelompok" ucap ku

"Iya nih aku juga, tau lah gimana pak Reza kalau Uda masuk" ucap Tomy menyindir



Hari pun berjalan seperti biasanya, tak ada yang spesial, tak ada yang istimewa, bahkan kenangan terindah akan terhapus oleh rintikan hujan yang membawa melodi ketenangan. 



Aku dan Tomy adalah sahabat dari sd sampai sekarang yang sudah memasuki dunia SMA. Dari awal sampai sekarang kami terus bersama, kami sefrekuensi dan seminat dalam berbagai hal. Satu-satunya pembeda di antara kami adalah Tomy sulit untuk belajar dan menangkap pelajaran. Namun, hal itu tak akan dapat melunturkan rasa persahabatan yang telah kami jalin begitu lama.



*******************



Beberapa bulan berlalu, akhirnya perjalanan panjang menuju ujian sbmptn pun tepat berada di depan mata. Aku sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun mempersiapkan segalanya hanya untuk ujian ini. Karena pada saat ini lah penentuku ke depan nya nanti. Apakah aku harus kuliah atau langsung bekerja?


"Tom, hari ini adalah hari terakhir kita nongkrong berdua, karena setelah ini juga kita pasti akan sibuk, akan banyak hal yang akan kita urus untuk meningkatkan probabilitas kita untuk ke depan nya nanti" ucap ku sambil menghela nafas

"Iya Ryan, kau lah satu-satunya orang yang dapat mengerti dan memahami ku, aku juga sangat bersyukur dapat mengenal dan dekat dengan mu, aku berharap kita tetap akan menjaga tali persahabatan kita" ucap Tomy sambil memukul pundak ku

"Benar, walaupun kali ini jurusan atau minat yang kita ambil sangat berbeda, tidak seperti sebelumnya yang selalu sama, tapi aku berharap kita tetap dapat berteman" tambahku

 Satu harian itu, aku habiskan dengan Tomy sambil bercerita berbagai hal, di mulai dari awal kami bertemu, berteman, hingga akhirnya menjadi seperti ini.

Keesokan harinya, merupakan hari yang sangat di tunggu-tunggu. Hari ini adalah hari penentu dari betapa kerasnya aku belajar selama ini. 

Aku pun memasuki ruangan ujian. Suasana begitu hening. Tak sepatah kata pun keluar sampai pengawas ujian menjelaskan proses ujian nya. Tangan ku bergetar. Tapi aku terus mencoba untuk tenang, karena kalau sampai semua nya gagal, aku tidak tahu harus mulai dari mana lagi. Cukup snmptn lah yang menolak ku kemarin, tidak untuk ujian sbmptn ini. Aku harus mampu melaluinya.

Ujian berlalu, seluruh peserta menghela nafasnya bertanda mereka sudah lega dengan ujian yang baru dilaksanakan. Namun, sebenarnya semua sangat panik menunggu pengumuman yang akan datang.

Hari-hari selanjutnya pun aku habiskan dengan dirumah saja sambil self healing, hingga aku tak sadar ternyata hari dimana pengumuman akan keluar telah, aku tidak tahu akan bagaimana hasilnya. Namun, aku yakin segala sesuatu yang baik pasti akan menghasilkan hal yang baik pula.

Aku pun memasukan data ku untuk melihat pengumuman kelulusan ku. Perlahan ku lihat, tangan ku bergetar, hati ku tidak karuan, aku melihat nya secara perlahan. Dan benar saja, hasilnya mengecewakan ku, aku dinyatakan tidak lulus sbmptn, aku sangat sedih sampai ingin rasanya aku menjerit dan mengatakan "KENAPAAA????" Padahal aku sudah belajar begitu keras, semua materi sudah ku kuasai tapi hasil nya tak memuaskan ku sama sekali.

Seminggu aku mengurung diri di kamar, aku hanya makan sedikit dari pemberian mama ku.

Sampai suatu hari aku melihat dari jendela ku ada seekor burung yang baru menetas, burung tersebut terus berusaha mengepakkan sayapnya yang bisa di bilang belum ada bulu sama sekali, dia terus berusaha seakan-akan dia sudah bisa terbang tinggi. Bahkan, burung tersebut sampai jatuh ke tanah. Tapi setelah jatuh, burung tersebut terus berusaha mengepakkan sayapnya, dia terus berusaha agar dapat terbang. Seketika aku melihat cerminan diriku dalam burung tersebut. Aku gagal dan burung tersebut juga gagal, lalu apa perbedaan diantara kami? Satu-satunya perbedaan di antara kami adalah burung tersebut terus berusaha setelah satu dua kali gagal, beda dengan aku yang terus menyerah dan mengurung diri di kamar.

Aku tidak mau terus seperti ini dan aku juga tidak bisa seperti ini, aku harus mulai bangkit kembali. Aku tidak boleh kalah dari seekor burung bodoh yang baru lahir. 

Perlahan aku mulai memulihkan diri dan mulai menikmati keseharianku. Aku juga terkadang belajar untuk persiapan ujian tahun depan. Dan syukur aku dapat kerjaan hingga ujian nanti, jadi waktu ku tak hanya untuk belajar saja. Namun, juga bekerja guna bantu mama ku.




********************




Baiklah, hari ini adalah hari penentu ku. Tak terasa sudah setahun lamanya semenjak aku ikut ujian terakhir kali. Untuk kali ini aku harus belajar dari pengalaman. Di mulai dari jurusan yang akan ku ambil sampai cara belajar ku sudah ku atur sedemikian baik nya agar kesalahan yang sama tak terulang kembali.

Untuk ujian kali ini aku tidak terlalu merasa nervous seperti ujian sebelumnya, mungkin karena aku sudah mengalami nya.

Hari pun terus berlalu, sampai tiba waktunya pengumuman ujian. Untuk hasilnya kali ini, aku akan menerima. Aku tidak perduli apakah lolos atau tidak, aku juga sudah mempersiapkan semua kemungkinan yang terjadi. 

Untuk kali ini aku tidak berani melihat langsung pengumumannya, kebetulan di sebelah ku ada mama ku, jadi aku minta tolong agar mama saja yang buka, karena aku merasa tahun lalu aku merasa terlalu egois dan tergesa-gesa dengan hasilnya.

Mama membuka hasil pengumuman, aku menutup mata dan telinga karena tidak kuat dengan hasilnya. Dan mama berkata "Selamat anda dinyatakan lulus sbmptn" seketika aku sangat senang dan bersyukur. Aku langsung sujud syukur sebagai tanda terima kasih ku kepada Nya karena telah membantu memberi jawaban atas semua pertanyaan ku selama ini. Aku ingin menjerit bergembira tapi sayangnga sudah malam jadi pasti akan kena marah.

Dan perjalanan hidup ku sebagai mahasiswa pun dimulai.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Series

Monolog

002