Toxic
Hi gimana kabarnya?
mudah-mudahan kita tetap di beri kesehatan dalam segala kegiatan serta selalu dalam Lindungan-Nya.
Basa-basi banget kan? iya sih agak aneh emang, padahal biasanya kalau buat ginian juga aku ga pernah basa-basi dan selalu langsung ke intinya aja.
Yaudah sih sesekali ga apa kali, hitung-hitung sebagai langkah awal yang baru dan baik.
Oke jadi kali ini aku ga akan buat cerita lagi sih, tapi mungkin lebih ke cerita-cerita atau sharing-sharing pengalaman yang mungkin dapat digunakan sebagai pembelajaran bagi seseorang, i don't know but i hope so.
oke jadi tema atau hal yang akan aku bacotin kali ini itu tentang "Toxic". Aku bisa jamin semua orang yang lagi baca tulisan ini pasti tau kan apa arti "Toxic" itu sendiri? ya kalau pun ga tau mending cek google dulu deh, dari pada aku nge bacot panjang kali lebar tapi tak tau apa inti permasalahan yang di bahas. oke jadi kalau sudah di cek mari kita lanjut.
"Toxic" kira-kira hal apa yang terlintas pertama kali dalam pikiranmu ketika melihat atau mendengar kata ini?
Kalau aku sih lebih ke perkataan yang ya kita tahu tidak baik untuk di ucapkan. Walaupun sebenarnya kata "Toxic" disini mempunyai makna yang sangat luas, tapi untuk kali ini mari kita lebih fokus arti "Toxic" dalam perkataan ya.
Sebelumnya aku mau nanya nih, apa kau adalah orang yang Toxic? atau ingin jadi orang Toxic? atau mungkin lelah jadi orang yang Toxic?
Disini aku akan sedikit cerita tentang pengalaman hidup ku yang sudah ku lalu selama 20 tahun ini. Banyak hal yang sudah terjadi. Dan jika sebelumnya kalian membaca bacotan aku sebelumnya sih mungkin kalian bisa lebih 'kenal' dengan aku, atau mungkin kalian emang sudah mengenal ku secara langsung dan tahu sifat ku. Ya kurasa lebih baik lagi jika kalian sudah mengenalku secara langsung sih jadi mungkin kalian akan sedikit paham tentang 'siapa aku' yaa walaupun jujur aku sendiri tak tau siapa aku sebenarnya.
Back to the topic, kita sekarang sedang membahas tentang toxic, jadi karena yang kalian baca saat ini adalah tulisan ku jadi ya sudah pasti aku akan menceritakan tentang pengalaman dan apa yang ada di kepala ku.
Dimulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga Kuliah saat ini, aku tidak pernah lupa setiap momen penting dalam hidup ku, terlebih lagi itu lah yang membuat ku menjadi orang yang seperti ini. Ada kemungkinan satu pertanyaan yang terlintas bagi kalian yang sedang baca tulisan ini yaitu "apakah aku orang yang toxic?". Mungkin pertanyaan itu ga perlu aku jawab jika kau sudah benar-benar mengenal aku, tapi berhubung siapa saja bisa membaca tulisan ini jadi aku akan coba ceritakan sedikit.
Pada saat masih kecil dulu percaya atau tidak aku benar-benar anak yang bahkan tidak berani untuk cakap kotor. Seperti hanya bilang nama hewan yang biasanya digunakan orang untuk mengumpat saja aku ga berani, mungkin itu semua karena bimbingan orang tua ku yang aku bisa bilang berhasil mendidikku waktu kecil dulu. Namun, semuanya mulai berubah sejak masuk SMA. Aku gatau sih kenapa tapi seakan-akan muncul sesuatu yang baru dari diriku. Pada saat itu aku bisa di bilang mencoba untuk jadi "nakal" atau mungkin itu efek pubertas? i don't know. Tapi "nakal" ku disini sih cuman coba-coba belajar untuk cakap kotor atau Toxic gitu sih. Waktu pertama kali aku masih agak takut hingga seiring berjalannya waktu aku mulai terbiasa sampai masuk kuliah. Pada waktu baru masuk kuliah dulu aku bisa bilang diriku orang yang toxic, bahkan aku berani saat itu menggunakan bahasa yang "Toxic" kepada orang yang baru aja ku kenal. Emang terkesan ga sopan sih tapi ya aku juga ga tau kenapa tapi rasanya sih biasa saja gitu. Sampai saat ini aku sudah memasuki semester 2 dan ntah kenapa pola pikir ku berubah, jujur aku tak tau kenapa bisa gitu dan faktor apa aja penyebab nya, apa ini semua karena seseorang? aku benar-benar tak tau dan mungkin aku harus mencari jawaban nya. Untuk saat ini aku malah berpikir dan berusaha untuk tidak toxic, padahal jujur waktu SMA dulu aku berpikir "Dengan menjadi orang yang toxic aku akan terlihat lebih keren". Namun, kurasa pola pikir itu salah, nyatanya tak semua orang menyukaimu dengan bersikap seperti itu. Dan pasti ada yang bertanya "emang aku hidup untuk orang lain? untuk apa dengerin kata-kata orang lain tentang ku? mereka ga tau apa-apa tentang ku". Mungkin ada benernya juga sih tapi pliss aku mohon banget manusia adalah makhluk sosial jadi jangan berlagak seakan kau tidak butuh orang lain. Sehebat apa pun kau saat hidup dulu, waktu mati nanti kau tak akan bisa menguburkan mayat mu sendiri, kau tetap akan butuh bantuan orang lain untuk hal itu. Jadi rasaku dalam hidup ini ada baiknya jika kau sesekali mencoba untuk mendengarkan apa kata orang lain tentangmu, apalagi ternyata orang-orang tersebut menegur mu karena mereka perduli dengan mu, kau harus syukuri hal itu sebelum semuanya terlambat. Percayalah sama ku. ingat ini : "Bahwa kau tak akan benar-benar bisa menghargai sesuatu hingga hal tersebut pergi meninggalkanmu". Aku tak tau sih dapat kata-kata itu dari mana tapi emang bener faktanya gitu. Jadi kesimpulan yang ku ambil dari bacotan ku yang ga jelas ini adalah "Jika kau berpikir menjadi orang yang toxic akan membuatmu jadi keren, maka lebih baik kau terlihat cupu"
Okelah sekian aja bacotan saya yang ga jelas ini, next aku gatau mau buat apaan lagi, mungkin akan ku buat cerita dan bacotan gini lagi, tapi gatau juga sih, lihat kedepannya aja deh.
Terima kasih untuk yang uda, mudah-mudahan kalian sehat selalu
-Gunawan Utama
Komentar
Posting Komentar