Personality

"lah kenapa harus aku sih" tanya ku kesal
"tapi aku minta tolong banget sama mu" pinta Putri
"dari begitu banyaknya murid di kelas kita, kenapa harus aku yang kau minta tolong?" tanya ku lagi
"kau kan tau sendiri keadaannya sekarang gimana? yang lain pada ga ada yang percaya dengan ku semenjak kejadian kemarin" tegas Putri
"apa kau kira aku juga percaya dengan mu?" tanya ku
"aku tau, walau di mulut kau bilang tak percaya dengan ku tapi di lubuk hati mu kau masih percaya bahwa bukan aku pelakunya" jawab Putri
"tau apa kau soal diriku?" tanya ku lagi
"kalau bukan begitu kau tak akan mau ku suruh jumpai aku di tempat yang berjarak 1km dari sekolah setelah pulang sekolah" jawab Putri
"capek debat sama cewe, ga akan bisa menang, cepat bilang aku harus bantu apa?" tanya ku kesal
"besok kami rencananya mau buat kerja kelompok dari kelas pak Edi, tapi kebetulan kami satu kelompok benar-benar bingung bagaimana bisa mengerjakannya, terus aku liat..." ucap Putri
"stoppp!!! aku dah tau apa maksud mu, kalau begitu satu pertanyaan dari ku, why me?" tanya ku
"karena seperti tadi dah ku bilang, cuman kau satu-satunya yang percaya sama ku" jawab ku
"oke kalau begitu aku pulang dulu" ucap ku sambil berbalik arah
"aku juga sebenarnya sudah tanya dengan yang lain, dan mereka semua menolak" teriak Putri
"lantas aku pun juga menolak nya" ucap ku sambil melambaikan tangan
"plisss ku mohon, kau lah orang terakhir yang ku harapkan" ucap Putri memohon

aku berjalan kembali mendekati Putri dan berbisik kepada nya

"apa kau kira aku hanyalah barang sisa yang kau gunakan saat tidak ada hal yang bisa digunakan lagi?"
"bukan begitu, pliss....., waktu hanya tinggal seminggu dan untuk menyusun semuanya saja butuh 3-4 hari, tugas kali ini juga berpengaruh besar terhadap kelulusan nanti" ucap Putri sambil memohon

aku terdiam sejenak dan memikirkannya

"oke, kapan?" tanya ku
"besok" jawab Putri
"apa kau gila? besok hari minggu, kau juga dah tau, aku tidak pernah bisa di ganggu waktu hari minggu" jawabku
"tapi hanya besok waktu yang bisa, karena sisa hari nya akan kami gunakan buat nyusun materi, kau hanya perlu mengajari sekilas saja kok, plisss" pinta Putri
"haahh, oke tapi janji ga akan ada pengulangan, aku hanya akan menjelaskan sekali saja" ucap ku
"siaaappp bosss, tempat nya nanti ku kabarin yah" ucap Putri

aku pun pergi meninggalkan nya

*****

"Bintang Prayoga" ucap Bu Tia
aku pun terkejut, ku kira bu Tia tak akan memanggil nama ku karena biasanya dia suka memanggil dari tengah absen.
"Bintang Prayoga!" ucap Bu Tia sekali lagi
"eh saya Bu" ucap ku sambil berdiri
"coba kerjakan no 3" ucap Bu Tia sambil memberikan spidol kepada ku
"baik bu" jawab ku
untung saja aku paham dengan apa yang di ajarkan Bu Tia, kalau tidak bisa mati malu aku sih, Bu Tia sekali ngasih hukuman tidak tanggung-tanggung biasanya. Yang paling parah pernah disuruh keliling sekolah dengan tulisan "saya malas mengerjakan pr" yang di tulis di kertas lalu di tempel di dada. Tak kebanyang juga malunya itu sih.

*****

"woi bengong aja!! dimakan tuh baksonya" ucap Bima dengan mengejutkan ku
"eh sorry" jawab ku
"lagi mikirin apa emang sih?" tanya Bima
"aku tiba-tiba terpikir, menurut mu setelah lulus nanti kita akan bagaimana? apakah kita harus kuliah? langsung kerja? atau gimana?" tanya ku kembali
"ah ayo lah kita masih muda, jangan buang waktu mu hanya untuk memikirkan hal seperti itu, nikmati saja masa muda mu" jawab Bima santai
"tapi kan bukan nya hal itu penting juga? karena kan kita jadi bisa mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi gitu" ucap ku
"kau tahu, itu juga merupakan hal yang penting, bahkan sangat penting sebenarnya, tapi apa kau tau apa yang lebih penting dari itu?" tanya Bima
"apa tuh?" tanya ku heran
"jawabannya adalah masa sekarang, aku beri tau nih, ga akan ada guna nya kau memikirkan itu, masa lalu sudah berlalu jadi biarkanlah seperti itu, kalau masa depan emang bener ada baik nya kita persiapkan, tapi ingat segala sesuatu yang berlebihan tuh ga ada baiknya, jadi harus tetap fokus pada masa sekarang ini" ucap Bima
"anjay Bim hahahah" ucapku tertawa
"lah aku serius juga sih" jawab Bima kesal
"hahah aku tau, bercanda kok" jawab ku

Yah begitulah Bima, teman yang bahkan sudah ku anggap seperti saudara sendiri. Banyak hal yang ku pelajari dari dia, bahkan aku sampai tak bisa menghitungnya. Dia juga merupakan satu-satunya orang yang bisa ku percayai di dunia ini.

"oii bin, minggu depan jangan lupa ya datang ya!" sentak Bima tiba-tiba
"loh mau ngapain emang minggu depan?" tanya ku
"eh bukan nya Uda ku kabarin yah?" tanya Bima kembali
"kabarin apaan?" tanya ku heran
"oh aku lupa berarti, minggu depan tuh ada pesta dari adik nya mama ku, jadi kau harus datang lah, nanti kira bareng" ucap Bima
"oh bisa aja sih, dimana acaranya?" tanya ku
"dekat rumah kakek ku sih" jawab Bima
"oke, kabarin aja nanti" ucap ku
"aman tuh" jawab Bima
"eh dah yuk, dah mau masuk nih" ajak ku
"sabar, di bayar dulu dong" jawab Bima
"oh iya kirain kau yang bayar Bim" ucap ku
"gimana bim, acaranya kemarin?" tanya ku
"wah asik banget sih, makasih ya uda ngundang" jawab Bima
"santai aeee, kau juga Uda di anggap kayak anak sendiri sama orang tua ku" ucap ku
"lah seriusan? yaudah deh aku bentar ya kerumah" ucap Bima
"loh ngapain" tanya ku
"mau ngambil baju lah biar pindah ke rumah mu, kan katamu orang tua mu dah anggap aku anak mereka" canda Bima
"ga gitu konsepnya anjir hahaha" jawab ku ngakak
"hahh iyaiya santai bin, ohh btw kau ada dengar gosip2 di sekolahan ga sih?" tanya Bima
"gosip apaan tuh" tanya ku kembali
"katanya sih ini, ada rumor beberapa orang di sekolah kita akan dapat beasiswa penuh gitu sih, tapi syaratnya sedikit aneh nih, karena ini beasiswa nya dari kepsek" jawab Bima
"apa syaratnya emang" tanya ku penasaran
"jadi untuk jadi calon penerima beasiswa syaratnya sih yg pertama nilai kita harus yaa rata2 9 terus harus naik juga dari awal masuk sampe sekarang" jelas Bima
"hmmm terus rumornya gimana, apa kau tau siapa aja yg kira2 jadi calon penerima" tanya ku
"nah itu dia, belum jelas juga beritanya, aku aja dah denger dari seminggu lalu tapi masih belum ada kabar" jawab Bima
"yaelah paling cuman gosip ga jelas juga sih" tambah ku
"yaa kita liat aja nanti" ucap Bima

*****

Jam pelajaran pertama di sekolah

"selamat pagi anak-anak semua" ucap Bu guru
"pagi Bu" jawab murid-murid serentak
"oke jadi sebelum memulai pelajaran hari ini, akan ada sedikit pengumuman dari kepala sekolah"
(kepala sekolah memasuki ruangan kelas)
"selamat pagi semua" ucap kepala sekolah
"pagi pak!!!" jawab murid-murid serentak
"baik jadi mohon maaf mengganggu waktu belajarnya, jadi bapak ada sedikit pengumuman nih, jadi bapak akan memberi beasiswa penuh selama 4 tahun buat digunakan saat memasuki kuliah nanti, namun untuk mendapatkan nya ada syarat-syarat tertentu yg harus kalian penuhi" ucap kepala sekolah
"syarat apa aja tuh pak" ucap seseorang siswa bertanya
"oke jadi syarat pertama kalian harus memiliki nilai total 95 dari awal masuk hingga sekarang, terus syarat kedua untuk siswa yg telah lulus syarat pertama, akan di adakan pemilihan ke popularitas dan kebaikan satu sekolah, dimana akan ada pemilihan untuk calon penerima beasiswa, dan orang dengan voting terbanyak akan mendapatkan beasiswa dari bapak" jelas pak kepsek
"terus pak, untuk waktu nya bagaimana?" tanya ku
"untuk nilai kalian bisa cek sendiri, lalu untuk voting suara akan di adakan 4 Minggu dari sekarang, di harapkan setiap siswa agar lebih serius dalam belajar karena butuh keseriusan untuk meraih kesuksesan, oke ada lagi yg mau di tanya?" tanya pak kepsek
(seluruh murid terdiam)
"baik lah kalau tidak ada, akan bapak tinggal, silahkan di lanjut Bu" ucap pak kepsek
"baik terima kasih pak" jawab Bu guru

(seminggu telah berlalu, para siswa yang telah memenuhi persyaratan pertama semakin serius dalam belajar agar dapat memenuhi persyaratan kedua supaya mendapatkan beasiswa sesuai yang di janjikan kepala sekolah)

(saat waktu istirahat di kantin)

"gimana bim, apa nilai mu dapat memenuhi persyaratan pertama?" tanya ku
"waduh, ini ngejek atau gimana nih hahaha" jawab Bima
"yaa kali aja kan, kita juga sering belajar bareng juga hahaha" seru ku
"ada-ada aja nih anak, yaudah mending kau fokus aja deh supaya dapat syarat kedua nya, keknya kau harus lebih ngeliat sekitar mu deh" ucap Bima
"yoii, makasih bim support nya, syukur banget aku deh punya temen kayak kau hahaha" ucap ku sambil tertawa
(tiba-tiba seorang cewek datang menghampiri ku dan Bima)
"hai, boleh gabung ga?" tanya nya
"yaa boleh aja sih" jawab ku
"ah iya nama ku Dinda Kalista" ucap nya sambil mengajak bersalaman
"ohh aku Bintang Prayoga" jawab ku
"aku Bima Handoko" jawab Bima
"kalian dari kelas berapa?" tanya Dinda
"oh kebetulan kami sekelas dari kelas 12 IPA 2" jawab Bima
"ohh, kalau aku dari kelas IPS 1" tambah Dinda
"hah IPS 1? kok aku belum pernah liat ya selama ini?" tanya ku heran
"iya soalnya baru pindah beberapa hari yang lalu" jawab Dinda
"ohh anak baru yaa, kami juga dengar sih katanya ada anak baru tapi gatau di kelas berapa" ucap ku
"iyaiya, kalian berdua aja nih?" tanya Dinda
"iya nih, kebetulan kami emang sering nongkrong berdua aja" jawab ku
"nongkrong? biasanya kalian nongkrong dimana?" tanya Dinda
"di cafe sinar depan apotik farma" jawab ku
"wahh pasti asik nih, aku boleh gabung ga nih" tanya Dinda
"yaa gimana bim?" tanya ku lagi dengan Bima
"yaa terserah sih, makin rame juga makin asik kan hahaha" jawab Bima

(aku, Bima dan Dinda pun mengobrol sampai waktu selesai istirahat)

(di kelas)

"bin, rasamu ada yang aneh ga sih dengan si Dinda itu?" tanya Bima
"aneh gimana?" tanya ku
"gatau sih, kayak dia ada niat sesuatu gitu gabung sama kita" jawab Bima
"ah perasaan mu aja tuh, jangan cepat suudzon gitu sama orang, ga baik tau" bantah ku
(sepulang sekolah di cafe sinar)

"wahh dah dari tadi nih disini" tanya ku
"ga kok, baru juga sampai nih, duduk dulu" jawab Dinda
"dah pesan belum? ayo pesan dulu biar enak ngobrol nya" ucap ku
"iyaa" jawab Dinda
"oh iya jadi Din, kata mu baru pindah kan beberapa hari lalu, terus di tempat mu dulu gimana?" tanya Bima
"oh itu, yaa biasa-biasa aja sih, cuman kami terpaksa pindah karena ayah baru dapat projek sekitar daerah sini untuk waktu yang cukup lama sih" jawab Dinda
"berarti ada kemungkinan nanti pindah lagi dong" tanya ku
"belum tau juga sih, kalo mama betah sih mungkin bakal menetap" jawab Dinda
"terus sekolah mu...." ucap ku
"eh eh liat itu siapa bin" potong Bima
"apa sih?" kesal ku
"ada ayu sama cowo baru nya tuh" tambah Bima
"ah yang bener???" tanyaku sambil melihat orang yang di tunjuk Bima
"wah parah sih, cepat banget dapat cowo baru nya, padahal baru beberapa bulan lalu putusnya" ucap Bima
"yaudah lah, urusan dia juga, jangan terlalu di campuri" ucap ku
"eh aku baru ingat, aku mau pergi bareng mama buat beli perlengkapan rumah, duluan ya" ucap Dinda pergi begitu saja
"lah jadi pesanannya?" tanya ku
"kenapa tuh anak? aneh bener deh" tanya Bima
"ntah lah, aku juga bingung" jawab ku

(sehari sebelum penentuan siswa yang mendapat beasiswa)

Dikantin sekolah

"wahh ga sabar ya ternyata besok dah pengumuman beasiswanya" seringai Bima
"iya nih, aku ga sabar banget" jawab ku
"tapi sayang ya yang dapat cuman satu orang aja" ucap Bima
"iya sih, coba aja bisa 2-3 orang kan lumayan, tapi bisa tumpur sih kepsek jadinya hahaha" ucap ku sambil tertawa
"bener tuh, apalagi katanya mau di biayain full sampai tamat" jawab Bima
"eh tapi aku penasaran deh, kenapa kepsek ngasih beasiswa gini ya kira-kira?" tanyaku heran
"ntah lah, aku pun juga bingung" jawab Bima sambil mengangkat kedua bahunya
"eh kira-kira tahun-tahun lalu ada juga ga, di buat beasiswa gini?" tanya ku
"kayaknya ga ada deh, sepupu ku kan ada yg tamatan sini" jawab Bima
"aku jadi penasaran sih kira-kira kenapa kepsek mau ngasih beasiswa gini" ucap ku

Hari ini adalah hari pengumuman penerima beasiswa sesuai janji kepala sekolah. Jujur saja, aku sangat excited, bahkan dari malam sebelum hari H.

'Upacara di lapangan sekolah'

"baiklah anak-anak, sesuai dengan arahan yang telah bapak berikan sebelumnya, hari ini adalah hari pengumuman penerimaan beasiswa, adapun siswa yang berhak menerima beasiswa dari saya adalah Rudi Fernanda dari kelas 12 IPA 1" ucap kepala sekolah
"yaaaa ternyata gagal, mau gimana lagi sih, saingan ku juga pada berat-berat, mustahil sih aku bisa dapat" ucap ku dalam hati


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Series

Monolog

002